Sering Meriang Saat Hamil?

Ini Penyebab yang Sering Terjadi

Bunda, pernah ngerasain badan panas dingin, meriang, tapi pas diukur suhu nggak demam? Terus rasanya pengen selimutan terus? Nah, meriang saat hamil pertanda bahaya kalau ternyata penyebabnya bukan sekadar “masuk angin”.

Keluarga Charilda mau ajak Bunda bedah tuntas kenapa meriang sering menyerang ibu hamil, terutama di musim pancaroba Depok yang bikin bingung mau pakai baju tebal atau tipis.


🌬️ Attention: Meriang Bukan Sekadar Masuk Angin!

Bunda, istilah “masuk angin” sebenarnya nggak dikenal dalam dunia medis. Tapi sensasi meriang—yang ditandai dengan menggigil, otot pegal, dan kulit terasa dingin—itu nyata adanya. Dan meriang saat hamil pertanda bahaya kalau disebabkan oleh infeksi serius.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, meriang pada ibu hamil bisa jadi salah satu gejala awal infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi virus yang menyerang janin.


4 Penyebab Meriang Saat Hamil (Jangan Dianggap Sepele!)

Tim Keluarga Charilda sudah mengidentifikasi penyebab utama meriang saat hamil pertanda bahaya yang sering dialami Bunda di sekitar Margonda:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

  • Gejala lain: Anyang-anyangan, nyeri pinggang, air kencing keruh.
  • Risiko: ISK yang tidak diobati bisa naik ke ginjal dan menyebabkan kelahiran prematur.

2. Infeksi Virus TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, Herpes)

  • Penjelasan: Ini yang paling bahaya! Meriang disertai ruam kulit atau pembengkakan kelenjar bisa mengindikasikan infeksi yang menyerang janin langsung.
  • Dampak: Cacat bawaan pada janin.

3. Reaksi Terhadap Suhu Dingin Ekstrem

  • Penjelasan: Saat hujan deras di Depok, suhu bisa turun drastis. Tubuh yang kedinginan akan menggigil untuk menghasilkan panas. Tapi kalau berkepanjangan, itu namanya hipotermia ringan.
  • Solusi: Segera hangatkan tubuh dengan minuman hangat dan selimut.

4. Anemia Akut

  • Penjelasan: Kurang darah bikin sirkulasi tubuh terganggu. Akibatnya, tangan dan kaki terasa dingin terus meskipun cuaca panas.

“Saya sering menemukan pasien yang mengeluh meriang saat hamil. Setelah diperiksa, ternyata kadar hemoglobinnya cuma 8 gr/dL. Itu sudah anemia berat,” kata dr. Sari, Sp.OG, praktik di Klinik Ibu dan Anak Depok.


Cara Mengatasi Meriang Tanpa Panik

Keluarga Charilda punya panduan sederhana biar meriang saat hamil pertanda bahaya bisa cepat diatasi:

  • Ukur suhu tubuh setiap 4 jam: Kalau di atas 37,5°C, berarti demam, bukan sekadar meriang.
  • Minum air jahe hangat + madu: Efektif menghangatkan dari dalam.
  • Pakai kaus kaki dan jaket tipis saat tidur: Ini membantu tubuh mempertahankan suhu.
  • Perbanyak makanan kaya zat besi: Hati ayam, bayam, kacang merah untuk cegah anemia.
  • Segera ke dokter jika meriang disertai ruam atau nyeri pinggang.

Bunda bisa baca panduan lengkap tanda bahaya kehamilan di halaman Edukasi Kehamilan Charilda Klinik.


Meriang Nggak Hilang dalam 24 Jam? Segera Periksa!

Bunda, jangan pernah abaikan meriang saat hamil pertanda bahaya terutama jika disertai demam, ruam, atau nyeri saat buang air kecil. Itu sinyal tubuh bahwa ada infeksi yang butuh penanganan cepat.

✨ Di tengah cuaca Depok yang tidak menentu, menjaga kesehatan ibu hamil bukan hanya penting—tapi juga perlu pendampingan yang tepat.

✨ Kami di Keluarga Charilda menghadirkan pelayanan kesehatan ibu & anak yang nyaman, aman, dan profesional, dengan tenaga medis berpengalaman serta pendekatan yang hangat untuk setiap pasien.

đź’™ Lingkungan klinik yang bersih & ramah
👨‍⚕️ Penanganan cepat & tepat
🤰 Fokus pada kenyamanan ibu hamil

👉 Untuk informasi cepat & tepat, hubungi kami di:
📞 0823 1037 7031


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top